Medianda – Sahabat media
Anak merupakan anugrah sekaligus amanah yang langsung diberikan oleh Allah
kepada setiapa pasangan suami istri yang telah dikehendaki dan juga dipercaya
Allah untuk mendidik anak dengan baik. Para pasangan suami istri yang telah
diberi karunia anak hendak bersyukur, sebab diluar sana banyak saudara kita
yang menanti kehadiran anak namun belum juga dikaruniai anak oleh Allah. Oleh
sebab itu didik anak sesuai agama, jangan pernah mensia-siakan anak. Memang
mendidik anak itu tidak mudah seperti membalikan sebuah tangan.
Membentuk karakter anak
sudah harus dimulai saat usianya masih balita. Dalam rentang waktu tersebut,
anak mudah menyerap apa yang diajarkan orang tua serta lingkungan sekitarnya.
Itulah mengapa bagi semua orang
tua harus ekstra berhati-hati menjaga pergaulan anak saat masih dalam periode
balita. Mereka dengan mudah menyerap semua hal yang diajarkan, apakah itu hal
baik atau buruk. Termasuk juga menjaga ucapan sang ibu kepada anak. Ibu ialah merupakan
pendidik pertama untuk anak-anaknya. Cara mendidiknya ialah dengan cara lisan
atau ucapan. Sayang, banyak Ibu yang justru mengeluarkan kalimat yang dapat
mempengaruhi mental anak kelak. Ada kalimat yang sebaiknya ditiadakan agar
karakter anak terbangun dengan baik. Apa saja? Berikut ringkasan penjelasannya.
1. Memberikan Pernyataan
Negatif tentang Diri Anak
Pernyataan negatif tentang
anak akan membuat hati anak merasa tersakiti. Bahkan ini akan melekat menjadi
pribadi mereka saat sudah dewasa. Kalimat-kalimat negatif contohnya “Kamu anak
yang pelit!”, “Kamu pemalas!”,“Kamu gendut!”, “Kamu nakal!” dan kalimat negatif
lainnya. Mereka akan benar-benar seperti apa yang orang tua mereka katakan.
Sungguh berbahaya, mengingat kata-kata seorang ibu bisa berarti doa untuk
anak-anaknya.
2. Jangan katakan “Jangan
Ganggu, Ibu Sibuk!”
Terkadang kesibukan
pekerjaan baik rumah maupun kantor membuat Ibu mengabaikan anak. Saat anak
datang menghampiri, biasanya kalimat “Jangan Ganggu, Ibu Sibuk!” ini cukup
ampuh membuat anak-anak berhenti mengganggu.
Sekilas, hal ini terlihat
normal. Berdasarkan penelitian dari seoarang pelatih bela diri verbal, Suzette
Haden Elgin PhD, tindakan demikian akan membuat anak merasa tidak berarti. Bila
menerima perlakuan seperti ini setiap hari, maka tidak mengherankan bila saat
sudah besar mereka akan merasa tidak ada gunanya berbicara dengan orangtua.
3. Jangan katakan “Jangan
Menangis!”
Kalimat “jangan menangis”
merupakan kalimat yang sering diucapkan Ibu untuk mendiamkan anak. Biasanya
anak menangis sebab berkelahi dengan teman, kakak, atau saat mereka terjatuh.
Namun Ibu tidak lantas harus segera mendiamkan anak dengan cara menyuruhnya
diam. Kalimat lain yang sering mengikuti kalimat ini ialah “Jangan cengeng!”,
“Jangan sedih!”, “Jangan takut!”.
Menurut seorang ahli
psikologi anak, Debbie Glasser, kalimat-kalimat tersebut akan membuat anak
merasa bahwa menangis ialah tindakan yang tidak umum. Sehingga saat dewasa
nanti, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang keras dan tidak mudah
tersentuh.
4. Jangan Membanding-bandingkan
Anak
Contoh kalimat-kalimat ini
misalnya “Lihatlah kakakmu, dia bisa melakukannya dengan cepat. Mengapa kamu
tidak bisa melakukannya juga?” “Temanmu bisa menggambar dengan bagus, kenapa
kamu tidak?” “Dulu saat kecil ibu bisa begini begitu, masa kamu tidak bisa?!”
Kalimat ini akan membuat anak-anak merasa bingung dan akan tumbuh menjadi
pribadi yang kurang percaya diri. Bahkan tidak jarang anak akan membenci orang
tuanya sebab selalu dibanding-bandingkan dengan orang lain.
5. Jangan katakan “Tunggu
Ayah Pulang ya! Biarkan kamu dihukum ayah”
Kalimat ini sering terjadi
saat anak melakukan kesalahan sementara ayahnya berada di kantor. Maka Ibu
dengan mudah biasanya akan mengatakan kalimat “Tunggu Ayah Pulang ya! Biarkan
kamu dihukum ayah”
Hal ini justru akan
memperburuk keadaan sebab Ibu malah menunda untuk mengatakan kesalahan anak.
Ada kemungkinan bahwa saat seorang ibu menceritakan kembali kesalahan yang
dilakukan anak-anak mereka, ibu malah membesar-besarkan sehingga anak-anak
menerima hukuman yang lebih dari seharusnya. Ada kemungkinan juga orang tua
menjadi lupa kesalahan anak-anak mereka, sehingga kesalahan yang seharusnya
dikoreksi terabaikan.
6. Jangan Terlalu mudah
dan berlebihan memberi pujian
Memberikan pujian
berlebihan kepada anak tidak selamanya baik. Sebab hal ini akan terkesan murah
bagi ana. Oleh sebab itu bila seorang anak melakukan sesuatu yang sederhana,
tidak perlu memuji dengan “Luar Biasa! Luar Biasa!” Sebab anak secara alamiah
akan mengetahui hal-hal yang dia lakukan dengan biasa-biasa saja atau luar
biasa. Sekiranya ia mendapat hasil bagus di sekolah, pujilah sekedarnya dengan
mengucapkan “Alhamdulillaah. Bila kita memuji hasil yang dilakukan anak dan
bukan sikapnya, sangat mungkin anak kita akan berfokus pada hasil dan tidak
peduli dengan sikap/ karakter yang baik.
Baca juga :Ciri anak yang membawa rezeki bagi orang tuanya
Baca juga :Ciri anak yang membawa rezeki bagi orang tuanya
7. Jangan Katakan “Kamu
Selalu…” atau “Kamu tidak pernah…”
Janganlah melontarkan
kalimat dengan “Kamu selalu….” atau “Kamu tidak pernah…”. Memang, kata-kata ini
kadang refleks langsung terucap oleh orangtua, namun hindarilah penggunaan
kalimat ini.
“Hati-hati, kedua
kata-kata itu ada makna di dalamnya. Di dalam pernyataan “Kamu selalu…” dan
“Kamu tidak pernah” ialah label yang bisa melekat selamanya di dalam diri
anak,” ujar Jenn Berman PhD, seorang psikoterapis.
Berman mengungkapkan,
kedua pernyataan yang kerap dilontarkan oleh orang tua ini akan membentuk
kepribadian anak. Anak-anak akan menjadi seperti apa yang dikatakan terhadap
dirinya. Bila orangtua mengatakan sang anak selalu lupa menelepon ke rumah bila
pulang terlambat, maka ia akan menjadi anak yang tidak pernah menelepon ke
rumah.
8. Jangan katakan “Bukan
begitu caranya, sini biar ibu saja!”
Kalimat ini juga sering
diucapkan Ibu saat tidak sabar melihat proses kerja anak. Kalimat ini biasanya
terucap saat anak membantu orang tuan namun tidak melakukan seperti apa yang
diinginkan Ibu. Dr Berman mengatakan ini merupakan sebuah kesalahan. Kalimat
ini membuat anak tidak mengerti cara yang benar dalam menyelesaikan sesuatu.
Sahabat itu penjelasan
mengenai beberapa perkataan ibu yang dilarang diucapkan saat mendidik anak,
anak bagaikan kertas kosong bila diisi dengan sesuatu yang keras maka ia akan
menjadi keras begitu pula sebaliknya. Semoga informasi ini dapat menjadi
pelajaran berharga bagi orang tua khususnya para ibu. Semoga bermanfaat dan
silahkan share.
Sumber:Infoyunik.com
